Membaca Film Eksperimental, Static
Directed by: Aditya Faisal
15 Juni, Screening karya Film Eksperimental dilakukan sebagai output dari matakuliah Karya Seni Rupa IV, Program Studi Seni Rupa, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom Bandung. Aditya sebagai director menyampaikan alasan dibalik pembuatan film Static ini. Ketergantungan yang meningkat terhadap teknologi media elektronik seperti televisi dan ponsel cerdas telah mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Kemajuan ini telah menghadirkan berbagai kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses informasi dan hiburan, namun juga menyebabkan dampak yang signifikan pada perilaku dan pola pikir masyarakat. Dengan ketersediaan konten yang tak terbatas dan aksesibilitas yang mudah, banyak individu cenderung menghabiskan waktu yang berlebihan di depan layar, mengabaikan interaksi sosial langsung dan pengalaman di dunia nyata. Kecenderungan ini dapat menyebabkan penurunan rasa waspada terhadap lingkungan sekitar, karena perhatian yang terfokus pada layar membatasi kesadaran akan situasi dan orang di sekitarnya.
Bersama Ruang Film & Eksperimental, karya ini diberikan pendampingan dalam menciptakan ciri khas (perbedaan dengan komersil film). Ciri khas tersebut yaitu terletak pada unsur pembentuknya yaitu: (1) Abstract Form; dan (2) Associational Form. Abstract form dalam film eksperimental adalah gaya penceritaan yang mengutamakan elemen visual dan audio daripada narasi atau plot konvensional. Fokus utamanya adalah pada bentuk, warna, pola, dan ritme, yang sering kali bersifat non-representasional dan simbolis. Pada film Static, pola pengulangan yang ditunjukan yaitu penunjukan tampilan TV static yang berulang-ulang ditampilkan di beberap scene. Hal itu ditunjukan bahwa semua orang di film ini hanya menonton tv statis. Penggunaan tone warna hitam putih pun tidak berubah dari awal film sampai selesai.
Kemudian, Associational Form dalam film eksperimental adalah teknik penyusunan gambar dan suara yang menghubungkan elemen-elemen yang tampaknya tidak terkait melalui asosiasi tematik atau emosional. Gaya ini mengandalkan montase untuk menciptakan makna yang lebih luas dan kompleks melalui koneksi yang dibuat penonton sendiri. Pada Film ini, Aditya menggunakan musik meneganggkan untuk membangun suasana bingung mengenai apa yang terjadi di film ini dengan ritme tidak beraturan mengikuti abstract form. Alih-alih menggunakan music yang dramatis, Aditya memilih memakai suara dengungan untuk menggambarkan jatuhnya pemeran utama (pengalaman empirisnya) ke kehampaan (atau dalam tema film ini, diartikan sebagai sebuah ketergantungan) buta dan tuli karena media exposure yang berlebih. Selanjutnya pada scene terakhir di film Static, Aditya memakai backsound suara tv statis yang makin lama makin keras volume-nya.

